Euro terdampar di level terendah dalam tiga minggu terakhir terhadap dollar hari ini, setelah mengalami kejatuhan tajam karena rencana referendum bailout di Yunani.
Seperti diberitakan, Yunani berencana menggelar referendum soal bailout dan program pengetatan. Rencana itu, yang digagas oleh Perdana Menteri George Papandreou, langsung memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk dari partainya sendiri karena dianggap membahayakan keanggotaan negara itu dalam euro.
Tapi Papandreou belum mengubah pendiriannya dan mengatakan referendum itu akan menjadi mandat dan pesan jelas soal partisipasi Yunani dalam euro. Ia juga yakin gejolak pasar yang dipicu rencananya itu hanya sementara. Pasca pengumuman itu, pasar langsung menghukum euro, yang sempat menikmati rally ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Tidak hanya euro, saham global pun bertumbangan setelah pengumuman yang meningkatkan ketidakpastian akan upaya mengatasi krisis utang.
Euro kemarin jatuh hingga ke $1,3607, terendah sejak 12 Oktober lalu. Pasar bersiap menghadapi gejolak lanjutan hari ini, karena kabinet Yunani secara bulat mendukung upaya referendum. Sementara itu, pemimpin Jerman dan Perancis memanggil Papandreou untuk mengatakan pembicaraan darurat hari ini juga.
Tapi euro bisa mendapatkan sedikit “rehat” dalam jangka pendek di saat fokus pasar tertuju ke hasil rapat reguler the Fed dan pernyataan ketuanya Ben Bernanke. Ada spekulasi bank sentral AS itu bersiap menuju pelonggaran kebijakan lebih lanjut.
Pernyataan atau langkah apapun dari the Fed yang mendorong risk appetite bisa menggerus penguatan dollar. The Fed akan mengumumkan hasil rapat pada 23:30 WIB, dan menggelar jumpa pers pada 01:15 WIB. Ada spekulasi Bernanke akan menyinggung prospek the Fed melaksanakan Quantitative Easing (QE) lagi. Sebaliknya, bila even itu tidak menghasilkan apapun, maka rapat reguler ECB dan data payroll AS yang akan menjadi fokus berikutnya.
Menjelang data payroll, pasar akan mencermati data ADP Employement Change, yang diperkirakan akan menunjukkan lapangan kerja sektor swasta bertambah sebanyak 100.000 bulan lalu.
Mengenai mata uang lain, yen terlihat menguat lagi terhadap dollar, setelah intervensi Senin lalu yang diperkirakan mencapai 7,7 triliun yen. Kini dollar/yen stabil di 78,13. Pasar sedang menantikan janji Menteri Keuangan Jun Azumi untuk melakukan intervensi lagi. Aussie, yang tertekan oleh keputusan RBA memangkas rate pertama kali dalam dua tahun terakhir, masih terlihat stabil.
Seperti diberitakan, Yunani berencana menggelar referendum soal bailout dan program pengetatan. Rencana itu, yang digagas oleh Perdana Menteri George Papandreou, langsung memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk dari partainya sendiri karena dianggap membahayakan keanggotaan negara itu dalam euro.
Tapi Papandreou belum mengubah pendiriannya dan mengatakan referendum itu akan menjadi mandat dan pesan jelas soal partisipasi Yunani dalam euro. Ia juga yakin gejolak pasar yang dipicu rencananya itu hanya sementara. Pasca pengumuman itu, pasar langsung menghukum euro, yang sempat menikmati rally ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Tidak hanya euro, saham global pun bertumbangan setelah pengumuman yang meningkatkan ketidakpastian akan upaya mengatasi krisis utang.
Euro kemarin jatuh hingga ke $1,3607, terendah sejak 12 Oktober lalu. Pasar bersiap menghadapi gejolak lanjutan hari ini, karena kabinet Yunani secara bulat mendukung upaya referendum. Sementara itu, pemimpin Jerman dan Perancis memanggil Papandreou untuk mengatakan pembicaraan darurat hari ini juga.
Tapi euro bisa mendapatkan sedikit “rehat” dalam jangka pendek di saat fokus pasar tertuju ke hasil rapat reguler the Fed dan pernyataan ketuanya Ben Bernanke. Ada spekulasi bank sentral AS itu bersiap menuju pelonggaran kebijakan lebih lanjut.
Pernyataan atau langkah apapun dari the Fed yang mendorong risk appetite bisa menggerus penguatan dollar. The Fed akan mengumumkan hasil rapat pada 23:30 WIB, dan menggelar jumpa pers pada 01:15 WIB. Ada spekulasi Bernanke akan menyinggung prospek the Fed melaksanakan Quantitative Easing (QE) lagi. Sebaliknya, bila even itu tidak menghasilkan apapun, maka rapat reguler ECB dan data payroll AS yang akan menjadi fokus berikutnya.
Menjelang data payroll, pasar akan mencermati data ADP Employement Change, yang diperkirakan akan menunjukkan lapangan kerja sektor swasta bertambah sebanyak 100.000 bulan lalu.
Mengenai mata uang lain, yen terlihat menguat lagi terhadap dollar, setelah intervensi Senin lalu yang diperkirakan mencapai 7,7 triliun yen. Kini dollar/yen stabil di 78,13. Pasar sedang menantikan janji Menteri Keuangan Jun Azumi untuk melakukan intervensi lagi. Aussie, yang tertekan oleh keputusan RBA memangkas rate pertama kali dalam dua tahun terakhir, masih terlihat stabil.
Posting Komentar