0

RBA memangkas rate-nya sebesar 25 bps menjadi 4,50%. Keputusan itu datang menyusul serangkaian data yang memperlihatkan ekonomi domestik melambat dan menyusul penurunan tajam inflasi dalam tiga bulan terakhir. Kondisi ini tidak lepas dari perkembangan global.

Gubernur RBA Glenn Stevens mengatakan informasi terbaru menunjukkan perlambatan pertumbuhan global, meski belum terlihat adanya indikasi terulangnya krisis. Ia juga melihat pertumbuhan ekonomi AS membaik di kuartal ketiga, tapi masih moderat.

“Di China, pertumbuhan terlihat melambat, sesuai dengan keingingan pemimpinnya. Output di Asia pulih dari efek bencana Jepang, dan permintaan domestik di kawasan itu masih tumbuh. Tapi, kinerja perdagangan mulai merasakan efek perlambatan ekonomi di Eropa, dimana prospek ekonominya diperkirakan semakin suram,” katanya.

“Dengan pertumbuhan melambat, inflasi kemungkinan semakin dekat ke target dan dewan menyimpulkan kebijakan moneter yang lebih netral akan konsisten dengan tujuan mencapai pertumbuhan berkesinambungan dan inflasi di 2-3%,” katanya.


Posting Komentar

 
Top