0

Pelaksanaan G20 Cannes, Prancis, sebenarnya diwarnai ancaman degradasi rapor nilai tertinggi Prancis. Betapa tidak ? Pasangan Merkozy, demikian jurnalis Prancis menyebut Angela Merkel dan Nicolas Sarkozy, yang berperan aktif sebagai leader dalam mengatasi krisis Yunani. Di dalam negeri, Presiden Sarkozy hanya mempunyai waktu dua bulan untuk memperbaiki kinerja keuangan negara, bila tidak ingin terdegradasi rapor Aaa, nilai teringgi Moody’s.

Pada 18 Oktober 2011 lalu Moody’s, lembaga internasional penilai kinerja kemampuan negara dalam memenuhi kewajiban keuangannya(l’agence de dotation), di samping Fitch, Standard & Poor’s, mengeluarkan pengumuman mengejutkan. Bila Prancis tidak menyeimbangkan defisit anggarannya hingga Desember 2011, maka negeri ini akan terdegradasi dari nilai tripel Aaa.

Dalam soal nilai-menilai kinerja keuangan negara, terdapat enam kelompok kategori menurut Moody’s. Pertama, Aaa, yaitu kemampuan yang sangat tinggi memenuhi kewajiban keuangan. Nilai kategori ini sangat-sangat tinggi (maksimal). Ada enam negara Zona Euro yang termasuk dalam kategori ini, yaitu Jerman, Finlandia, Belanda, Prancis, Luxemburg, Austria. Dua negara terakhir merupakan fiscal paradise yang coba didesak oleh Presiden Sarkozy untuk mengenakan pajak atas transaksi keuangannya.

Kedua, Aa, merupakan kategori negara yang mempunyai kapasitas sangat tinggi memenuhi kewajiban keuangannya. Belgia, Spanyol, dan Slovenia berada dalam kelompok ini. Ketiga, A, yaitu negara yang mempunyai kapasitas tinggi memenuhi kewajiban keuangannya. Namun, sewaktu-waktu menghadapi kondisi kesulitan keuangan dan ketidakstabilan domestik mendadak. Anggota zona Euro dalam kelompok ini adalah Slovakia, Itali, Malta, dan Estonia.

Keempat, Baa, yaitu kategori negara yang mempunyai kapasitas memenuhi kewajiban keuangannya, tetapi saat ini berada dalam kesulitan ekonomi. Dua negara Zona Euro yang masuk kategori ini adalah Cyprus dan Portugal.

Kelima, Ba, merupakan kategori penilaian minimum bagi investasi di negara ini. Irlandia berada dalam penilaian ini. Dan keenam, Ca, merupakan kategori beresiko tinggi, baik dalam investasi maupun sangat rendahnya kepercayaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya. Yunani merupakan kategori ini.

Pemeringkatan ini hanya menentukan kemampuan suatu negara dalam memenuhi kewajiban keuangan. Bila kita bagi bagi atas kategori tinggi, sedang, dan rendah, maka Irlandia, Portugal, Cyprus, Malta, Estonia, Slovakia, dan Belgia berada dalam kategori tinggi. Sedangkan Itali berada dalam kategori sedang ; dan Slovakia berada dalam kategori rendah.

Salah satu lembaga yang berperan aktif dalam misi penyelamatan krisis Zona Euro adalah Dana Eropa bagi Stabilitas Keuangan (Fonds Européen de Stabilisation Financière). Secara sederhana, lembaga ini merupakan lumbung padi di tengah panen, yang berguna saat musim gagal panen maupun paceklik tiba. Lembaga ini punya dana 440 miliar euro. Namun, dana ini telah tergerus 350 miliar euro bagi penyelamatan Yunani, Irlandia, dan Portugal.

Dari sekarang hingga desember 2011, Yunani membutuhkan 8 miliar euro untuk membiayai keuangan negaranya, termasuk membayar gaji, pensiunan, subsidi kesehatan, subsidi perumahan, pendidikan. Tanpa dana ini, Yunani akan mengalami kekosongan kas Negara, seperti yang dialami Indonesia pada masa Orde Lama.

Hingga dua tahun mendatang, hampir 210 miliar euro harus dikeluarkan bagi penyelamatan Yunani. Saat ini, China telah berpartisipasi dalam memperkuat FESF. Brazil menolak berkontribusi dengan alasan, Uni Eropa harus menemukan sendiri jalan keluar dari krisis Zona Euro.

Amerika hanya meningkatkan koordinasi dalam penguatan FESF lalu, dan percaya Uni Eropa punya kemampuan keuangan menghadapi krisis Zona Euro dan mengharapkan adanya kemauan politik yang sama dalam menghadapi krisis Yunani. Sebuah bahasa halus untuk penolakan, apalagi Amerika tengah menghadapi krisis sendiri sejak 2008.

Bila kita flashback, terdapat enam peristiwa historis dalam G20. Pertama, fase pioneer. Pada 27 juni 1976, kelompok enam negara industri maju bertemu di Château de Rambouillet, Prancis, atas inisiatif mantan presiden Prancis Valerie Giscard d’Estaing. Amerika, Jepang, Jerman Barat, Itali, Inggris, dan Prancis, sebenarnya bertemu untuk membahas krisis minyak I 1973. Namun, buah dari kesepakatan ini, pemimpin G6 sepakat menjadwalkan pertemuan setiap tahun membahas problem ekonomi.

Kedua,pada 15-17 Mei 1998 di Birmingham, Rusia secara resmi memasuki kelompok ini, sehingga berubah menjadi G8, setelah sebelumnya sejak 1994 merupakan G7 termasuk Kanada.

Ketiga,pada 1999, di Washington, berbekal dari ketidakmampuan G8 menghadapi krisis ekonomi dunia, G8 mengajak 12 negara sedang berkembang, meliputi Afrika Selatan, Saudi Arabia, Argentina, Australia, Brazil, China, Korea Selatan, India, Indonesia, Meksiko, Rusia, dan Turki. Uni Eropa melengkapi keduapuluh anggota G20.

Keempat, pada Juli 2001 merupakan titik nadir KTT G20 di Genoa, Itali, karena kelompok aktivis anti G20 dan pihak keamanan saling berhadapan dan menimbulkan banyak korban. Pada KTT G20 Genoa, G8 membentuk dana bagi kepentingan menghadapi AIDS, Malaria, dan TBC. Sejak saat itu, KTT berkembang ke berbagai bidang nonekonomi, seperti problem kesehatan.

Kelima, pada 15 November 2008, G20 bertemu di Washington berbarengan dengan bangkrutnya Lehman Brother. Kepentingan Amerika agar dapat keluar dari krisis keuangan mendominasi G20. Saat ini, 85% dari PDB dunia merupakan PDB G20.

Keenam, KTT reformasi perbankan tahun 2010 di Korea Selatan. Hasil konkrit atas KTT G20 ini adalah road mapreformasi sistem perbankan dan lembaga keuangan internasional disepakati anggota G20. Namun, kelemahan lembaga informal ini adalah adanya kesepakatan yang tidak mengikat. Di sisi lain, adanya beberapa negara yang hanya bertindak sebagai penggembira dalam KTT G20, karena tidak punya dominasi apa-apa dalam perekonomian dunia, kecuali hanya menjadi pasar potensial bagi produk-produk negara lain.

Pada KTT G20 Cannes 3-4 November 2011 terdapat empat pesan utama yang akan dibahas. Pertama, percepatan pertumbuhan ekonomi dunia. Uni Eropa dan Amerika berada dalam resesi, sementara wilayah lain seperti Asia berada pada puncak kejayaan ekonomi walaupun beberapa di antaranya memasuki fase perlambatan ekonomi.

Kedua, reformasi sistem moneter internasional. Tema ini berkaitan dengan reposisi peran IMF yang saat ini banyak mendapat kritik dari negara berkembang dan ekonom karena dominasi bipolar Amerika dan Uni Eropa. Buktinya bila di IMF managing director-nya asal Uni Eropa, maka wakilnya harus dari USA. Demikian pula sebaliknya di World Bank. Namun, sejak 2008, wakil presiden bank Dunia pengganti François Bourgignon asal Prancis telah berganti kepada ekonom asal China, Justin Lin.

Ketiga, pengenaan pajak terhadap transaksi keuangan. Ini merupakan ide Presiden Prancis sejak tahun lalu, yang ditujukan untuk membantu negara-negara sedang berkembang, utamanya negara-negara fiscal paradise seperti Monaco, Austria, Jersey, Cayman island, Luxemburg.

Keempat, perjuangan melawan volatilitas harga produk-produk pertanian, utamanya bahan makanan yang menekan pertumbuhan ekonomi dunia dan bahan makanan.

Problem besar

Namun, sekali lagi G2O harus berhadapan dengan problem besar. Dominasi pembicara atas krisis Zona Euro merupakan menjadi tema utama. Terdapat tiga negara zona ini yang terancam, setelah KTT G20 berakhir hari.

Pertama,Itali. Dengan utang pemerintah mencapai 1.900 miliar euro atau hampir 120% dari PDB, sejak Rabu (2/11/2011) Itali memberlakukan kebijakan antikrisis berupa liberalisasi aturan profesi dan penyederhanaan prosedur administratif. Kebijakan yang tengah menulai kritik di Uni Eropa sekarang adalah perpanjangan masa kerja berbarengan penundaan masa pensiun untuk mengurangi beban negara pada manula. Itali mengusulkan masa pensiun pada usia 67 tahun di tahun 2026, sesuatu yang mendapat banyak tantangan dari italiano.

Kedua,Spanyol saat ini menghadapi kenaikan pengangguran rata-rata 3.17% per bulan. Sedangkan tingkat pengangguran telah mencapai 21.52% dari penduduk aktif. Hal ini menjadi ironis, karena Spanyol merupakan penduduk aktif tertinggi di Uni Eropa dan anggota OECD. Beberapa prefesi terbaik seperti ahli teknologi komunikasi telah pindah ke Brazil yang saat ini membutuhkan banyak tenaga ahli ini.

Ketiga, Irlandia. Sejak tenggelam dalam krisis dalam menghadapi emigrasi penduduk ke Aussie, Irlandia harus menerapkan rencana penyelamatan berupa pinjaman Uni Eropa dan IMF yang mencapai 85 miliar euro. Rabu (2/11/2011), FESF menunda pemberian bantuan lanjutan akibat sentimen negatif pasar yang anjlok akibat keputusan PM Georges Panadréou.

Dalam sesi penutupan, 1 November 2011 saja, indeks composite Athena jatuh -6.92%, FTSE MIB Milan jatuh -6.8%, disusul indeks CAC40 Paris menukik di angka -5.38%, Dax Franfurt terkoreksi -5%, Ibex 35 Madrid -4.19, serta indeks Dow Jones, NY terkoreksi -2.16% dan Nikkei Tokyo terkoreksi -1.7%.

Namun, bukan berarti kita pesimis atas perkembangan dan hasil KTT G20. Keputusan Gubernur Bank Sentral Eropa (BCE) yang baru, Mario Braghi, yang sejak Senin mengambil alih tampuk pimpinan dari Jean-Clude Trichet dengan menurunkan suku bunga Uni Eropa dari 3,3% ke 1,5%, merupakan keputusan yang tepat untuk memacu dunia investasi yang lesu. Meskipun, sebenarnya BCE belum diminta partisipasinya dalam penanganan krisis Zona Euro.

Posting Komentar

 
Top