0
Jakarta, Strategydesk - Euro jatuh setelah hasil pertemuan pemimpin Perancis dan Jerman gagal mengangkat sentimen pasar karena tidak sesuai harapan.
Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel mengajukan pajak untuk transaksi finansial dan koordinasi kebijakan ekonomi untuk mengatasi krisis utang Eropa. Tapi mereka tidak mengajukan kenaikan dana bailout atau penjualan obligasi zona euro.
Kedua pemimpin itu mengumumkan rencana untuk membentuk dewan ekonomi zona euro tapi menolak gagasan obligasi zona euro karena dianggap berbahaya bagi ekonomi sehat di kawasan itu. Mereka juga menyerukan pemotongan belanja dan jangka panjang lainnya untuk mengurangi utang, tapi tidak menawarkan solusi detil.
Pasar kecewa karena kedua pemimpin itu tidak menyebut masalah di Perancis, atau fakta dana talangan (EFSF) tidak cukup untuk membeli obligasi atau cara-cara untuk mendorong pertumbuhan. Tidak ada gebrakan berarti dari kedua pemimpin dan proposal itu. Jerman dan Perancis, dua ekonomi terbesar zona euro, diharapkan menjadi pemimpin dalam mengatasi krisis utang.
Euro juga jatuh karena kinerja ekonomi mengecewakan dari Jerman dan zona euro. Kinerja ekonomi zona euro mengecewakan, akibat perlambatan di Jerman dan stagnasi di Perancis. Menurut data Eurostat, PDB zona euro hanya tumbuh 0,2% di kuartal kedua, lebih rendah dari prediksi 0,3%. Secara tahunan, PDB tumbuh 1,7%, lebih rendah dari proyeksi 1,8%. Sedangkan PDB Jerman selama kuartal kedua hanya tumbuh 0,1% per kuartal dan 2,7% per tahun, lebih rendah dari prediksi 0,5% dan 3,1%.
Sementara itu, franc terus melemah terhadap dollar karena spekulasi SNB akan mengambil langkah drastis untuk meredam apresiasi mata uangnya. Selama spekulasi ini santer, franc akan terus tertekan. Franc akan menguat lagi bila isu tidak terbukti.
Daat terjadwal hari ini adalah inflasi zona euro. Pasar juga akan mencermati data ketenagakerjaan Inggris dan BOE Minutes, yang dapat mempengaruhi sterling.

Rekomendasi
EUR-USD

Posting Komentar

 
Top