Pasar merespon kenaikan batas utang AS, kekhawatiran Spanyol dan isu perlambatan ekonomi AS yang bisa membawa negara itu pada resesi gelombang kedua. muncul kekhawatiran krisis Eropa yang baru yakni masalah Spayol di market sehingga jadi tekanan bagi sebagian mata uang. Sebab, kondisi itu memicu peralihan risiko ke aset-aset dolar AS.
meski Spanyol belum di-downgrade, tapi, yield obligasi Spanyol terus mengalami kenaikan yang menggambarkan kekhawatiran pasar atas kondisi ekonomi negara itu. "Terakhir, yieldobligasi Spanyol di level 6,5% dengan tenor 10 tahun.
pemulihan ekonomi AS masih melambat sehingga memicu rumor resesi double dip (resesi gelombang kedua) di AS. Pada Jumat (29/7) pertumbuhan AS kuartal kedua 2011 dirilis 1,3% dari prediksi 1,8% dan angka kuartal sebelumnya 0,4%. "Meski GDP AS lebih tinggi dari sebelumnya, tapi angka itu lebih rendah dari prediksi.
Kondisi ini, seharusnya menjadi tekanan bagi dolar AS. Tapi, saat ini pasar belum mendiskon rumor tersebut. "Sejauh ini, pasar masih mendiskon optimisme kenaikan plafon utang dan pemangkasan anggaran AS sekitar US$2,4 triliun dalam 10 tahun.
Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat 0,25% ke level 74,62 dari sebelumnya 74,53. Terhadap euro, dolar AS menguat ke level US$1,4199 dari sebelumnya US$1,4252 per euro
Pasar merespon kenaikan batas utang AS, kekhawatiran Spanyol dan isu perlambatan ekonomi AS yang bisa membawa negara itu pada resesi gelombang kedua. muncul kekhawatiran krisis Eropa yang baru yakni masalah Spayol di market sehingga jadi tekanan bagi sebagian mata uang. Sebab, kondisi itu memicu peralihan risiko ke aset-aset dolar AS.meski Spanyol belum di-downgrade, tapi, yield obligasi Spanyol terus mengalami kenaikan yang menggambarkan kekhawatiran pasar atas kondisi ekonomi negara itu. "Terakhir, yieldobligasi Spanyol di level 6,5% dengan tenor 10 tahun.
pemulihan ekonomi AS masih melambat sehingga memicu rumor resesi double dip (resesi gelombang kedua) di AS. Pada Jumat (29/7) pertumbuhan AS kuartal kedua 2011 dirilis 1,3% dari prediksi 1,8% dan angka kuartal sebelumnya 0,4%. "Meski GDP AS lebih tinggi dari sebelumnya, tapi angka itu lebih rendah dari prediksi.
Kondisi ini, seharusnya menjadi tekanan bagi dolar AS. Tapi, saat ini pasar belum mendiskon rumor tersebut. "Sejauh ini, pasar masih mendiskon optimisme kenaikan plafon utang dan pemangkasan anggaran AS sekitar US$2,4 triliun dalam 10 tahun.
Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat 0,25% ke level 74,62 dari sebelumnya 74,53. Terhadap euro, dolar AS menguat ke level US$1,4199 dari sebelumnya US$1,4252 per euro
meski Spanyol belum di-downgrade, tapi, yield obligasi Spanyol terus mengalami kenaikan yang menggambarkan kekhawatiran pasar atas kondisi ekonomi negara itu. "Terakhir, yieldobligasi Spanyol di level 6,5% dengan tenor 10 tahun.
pemulihan ekonomi AS masih melambat sehingga memicu rumor resesi double dip (resesi gelombang kedua) di AS. Pada Jumat (29/7) pertumbuhan AS kuartal kedua 2011 dirilis 1,3% dari prediksi 1,8% dan angka kuartal sebelumnya 0,4%. "Meski GDP AS lebih tinggi dari sebelumnya, tapi angka itu lebih rendah dari prediksi.
Kondisi ini, seharusnya menjadi tekanan bagi dolar AS. Tapi, saat ini pasar belum mendiskon rumor tersebut. "Sejauh ini, pasar masih mendiskon optimisme kenaikan plafon utang dan pemangkasan anggaran AS sekitar US$2,4 triliun dalam 10 tahun.
Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat 0,25% ke level 74,62 dari sebelumnya 74,53. Terhadap euro, dolar AS menguat ke level US$1,4199 dari sebelumnya US$1,4252 per euro
Posting Komentar