0
Dollar melemah hari ini terhadap rivalnya setelah sempat menguat, mengindikasikan fluktuasi menjelang pidato Ketua the Fed Ben Bernanke.
Bernanke akan berpidato dalam acara tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming. Pidatonya di acara yang sama tahun lalu menjadi dasar pelaksanaan Quantivative Easing (QE) jilid kedua sebesar $600 miliar.
Meski berharap sejarah terulang, banyak kalangan yang mulai ragu Bernanke akan memberi sinyal soal stimulus Jumat nanti. Banyak analis yang melihat Bernanke akan mengecewakan kalangan yang mengharapkan QE3. Kemungkinan Bernanke hanya berusaha menenangkan pasar dengan mengatakan siap mengambil tindakan bila ekonomi memburuk.
Serangkaian indikator memperlihatkan perlambatan ekonomi AS, bahkan ada kekhawatiran terjerumus kembali ke resesi. Pemerintah AS dililit banyak utang, kehabisan ruang untuk bisa meluncurkan stimulus lagi. Oleh karena itu, pasar melihat hanya the Fed yang masih punya amunisi untuk menyelamatkan ekonomi.
Dalam beberapa hari terakhir, sentimen pasar naik turun karena harapan akan QE3 mencuat lalu memudar. Saham rally dan dollar melemah awal minggu ini karena ekspektasi QE3 itu. Dalam program itu, the Fed melakukan pembelian obligasi untuk menambah likuiditas dollar dan menekan yield.
Tapi kemarin dollar menguat lagi seiring munculnya keraguan the Fed akan mengambil langkah itu dalam waktu dekat. Banyak analis mulai memperkirakan tidak akan ada yang baru dari Bernanke, paling ia hanya mengatakan tetap membantu pemulihan ekonomi.
Selain Bernanke, pasar juga akan mencermati beberapa data ekonomi AS, yaitu PDB dan sentimen konsumen. PDB selama kuartal kedua diperkirakan tumbuh 1,1%, melambat dari 1,3%. Data yang mempertegas perlambatan ekonomi AS dapat menekan dollar. Tapi, bisa greenback bisa pulih lagi bila Bernanke tidak memberi sinyal QE3.
Mengenai mata uang lain, euro juga bergerak fluktuatif, mendapat support dari Presiden China Hu Jintao bahwa pihaknya tetap berinvestasi dalam sekuritas euro. Tapi penguatan euro masih rentan di tengah kecemasan mengenai krisis utang Eropa.
Sterling, yang sempat jatuh tajam berupaya bangkit. Tapi upaya itu akan semakin sulit menjelang data PDB Inggris. PDB Inggris di kuartal kedua diperkirakan hanya tumbuh 0,7% per tahun. Bila angkanya lebih rendah dari itu, sterling akan terancam.

Posting Komentar

 
Top