0
Jakarta, Strategydesk - Euro terjungkal karena mencuatnya kekhawatiran Perancis akan menjadi negara selanjutnya yang kehilangan rating topnya setelah AS.
Euro jatuh tajam meski setelah Moody’s Investor Service menegaskan rating AAA-nya Perancis dengan outlook stabil. Fitch Ratings juga melakukan hal yang sama. Standard & Poor’s, yang memangkas rating AS, juga mempertimbangkan rating stabil untuk Perancis.
Meski ketiga lembaga itu mengeluarkan pernyataan rating Perancis tidak terancam, pasar tetap resah, terkait BNP Paribas dan Societe Generale, bank terbesar pertama dan kedua negara itu. Hal ini karena bank Perancis memiliki banyak surat utang negara bermasalah, seperti Yunani, Spanyol dan Italia.
Isu seputar rating Perancis dan keraguan atas kekuatan finansial banknya menghantam kepercayaan pasar yang masih rentan. Euro melemah hingga ke $1,4122 hari ini sebelum rebound ke $1,4220. Tapi, karena kondisi fundamental yang belum berubah, sulit bagi euro untuk segera meraih kembali poinnya yang hilang.
ECB akan mengumumkan laporan bulanan hari ini, yang kemungkinan isinya mengulang pernyataan Presidennya Jean-Claude Trichet minggu lalu. Seperti diketahui, ECB memutuskan untuk menghidupkan kembali program pembelian obligasi, bentuk perannya mengatasi krisis utang.
Mengenai mata uang lain, franc melemah terhadap dollar setelah SNB mengulang kembali komitmen intervensi untuk meredam laju franc. Tapi langkah itu diragukan dapat meredam permintaan tinggi akan safe haven alternatif setelah tha Fed memberlakukan suku bunga rendah hingga 2013.
Yen menguat lagi terhadap dollar, bahkan sempat mendekati rekor tertingginya. Menteri Keuangan Jepang Yoshihikon Noda kembali melakukan intervensi verbal, tapi tidak banyak berdampak ke yen.
Sementara itu, Sterling jatuh tajam setelah BOE menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi, memperkuat ekspektasi suku bunga akan tetap rendah selama tahun ini. Meski kini rebound, suramnya prospek ekonomi dan suku bunga teta membayangi lajunya.
Sentimen pasar masih rapuh dan hanya membaik ketika ada pernyataan dari pejabat. Pasar masih resah dan masih ada korelasi antara pergerakan saham dan mata uang. Rapuhnya sentimen masih mempengaruhi risk appetite.

Posting Komentar

 
Top