0
Jumat, 08 Juli 2011 21:50 WIB
(Vibiznews – Business) – Kinerja harga emas telah melampaui kinerja saham-saham pertambangan emas selama tahun 2011 ini, akan tetapi diperkirakan mulai semester kedua kinerja saham pertambangan emas akan mulai mengambil alih dan lebih mendominasi dibandingkan pergerakan harga emas (08/07). Pasca QE2 aliran dolar “murah” akan melambat dan produsen emas membukukan keuntungan tajam dan prospek pertumbuhan yang besar akibat kenaikan harga emas sebelumnya.

Status safe haven emas telah mendorong harga logam mulia ini mengalami kenaikan sebesar 20% sejak awal tahun lalu dan sempat melejit hingga ke level 1520 dolar per troy ons. Dengan kinerja tersebut emas merupakan salah satu asset dengan kinerja terbaik di tahun 2011.

Sementara itu selama periode tersebut harga saham di sektor pertambangan emas justru mengalami penurunan. ARCA Gold Bugs Index yang merupakan indeks saham-saham perusahaan pertambangan terbesar dunia mengalami penurunan sebesar 8%.

Program QE senilai 600 miliar dolar yang dilakukan oleh Fed, bencana alam di Jepang dan kekerasan di Timur Tengah telah mendorong menguat harga emas dan mendorong turun bursa saham. Saham-saham pertambangan ikut mengalami penurunan tersebut.

Akan tetapi saat ini seiring dengan berakhirnya program QE Fed, pemulihan ekonomi di Jepang berjalan dengan solid dan China berusaha menghambat laju inflasi, para pelaku pasar mulai mengurangi porsi investasi dalam emas dan beralih ke asset lain yang memiliki risiko yang lebih tinggi.

Saham Pertambangan Emas Akan Lebih Menguntungkan Dibandingkan Emas

Saham di sektor pertambangan justru menjadi asset yang makin menarik dengan kenaikan harga emas akhir-akhir ini meningkatkan keuntungan perusahaan. Sementara itu membaiknya sentiment di bursa saham juga berfungsi untuk mengangkat sentiment pada saham-saham pertambangan emas. Dari sisi teknikal, rasio-rasio keuangan juga menunjukkan bahwa saham sektor pertambangan emas saat ini sedang relatif murah.

Salah satu analis dari BlackRock Catherine Raw menyatakan bahwa kenaikan harga emas telah melampaui biaya inflasi di industri pertambangan emas. Hal ini berarti perusahaan pertambangan emas akan melihat bahwa margin keuntungan mereka akan mengalami kenaikan tahun ini. Raw berpendapat bahwa saat ini merupakan saat yang tepat untuk mengoleksi saham pertambangan emas.

Biasanya menurut statistik kinerja harga emas akan melampaui kinerja harga saham sektor pertambangan emas apabila terjadi tekanan dan ketidakstabilan pasar keuangan. ARCA Gold Bugs mengalami penurunan sebesar 29% pada tahun 2008 sementara harga emas mengalami kenaikan sebesar 6.05%. Pada tahun 2000 di mana terjadi bubble dotcom indeks ARCA gold Bugs mengalami penurunan sebesar 44% sementara harga emas mengalami peningkatan sebesar 6.3%.

Akan tetapi jika kinerja dilihat secara keseluruhan selama satu dekade belakangan harga emas hanya mengalami kenaikan konsisten mencapai 400%, sementara indeks ARCA mengalami peningkatan nyaris dua kali lipat sebesar 770% meskipun tidak konsisten.

Lie Ricky Ferlianto menyatakan bahwa emas dan sahamnya memang unik, karena emas selalu menjadi Safe Heaven. Pada saat perekonomian kacau atau melemah, dan harga saham otomatis turun, maka org semua memburu emas utk keamanan investasi mereka. Selisih kenaikan harga pisik emas dan penurunan harga saham emas memang sudah cukup besar dan keseimbangan baru akan harus terjadi, dimana harga saham emas akan naik. Bagi investor saham, memang ini saatnya membeli harga saham emas, krn harga yg telah cukup rendah, dan perekonomian mulai membaik kembali.

(Ika Akbarwati/IA/vbn)

Posting Komentar

 
Top