Martingale
Mungkin Anda pernah mendengar kata Martingale ini tapi belum paham maksudnya.
Martingale sangat dikenal di dunia trading karena sebagian orang masih beranggapan bahwa trading adalah sejenis judi.
Teknik Martingale ditemukan pertama kali di Perancis pada awal abad 18 dimana teknik ini digunakan para penjudi agar dapat menang taruhan.
Martingale sebenarnya bukanlah rumus "sakti" yang dapat membuat konsisten menang taruhan, tetapi hanyalah sekedar cara pengelolaan modal (money management).
Dengan melakukan pengelolaan modal secara benar maka harapannya kerugian sebelumnya dapat ditutup dengan kemenangan setelahnya.
Teknik yang digunakan sangatlah sederhana, ilustrasinya:
- Pertama, pasang 1 lot dan kalah
- Kedua, pasang 2 lot (2 kali lipat sebelumnya) dan kalah
- Ketiga, pasang 4 lot dan kalah
- Keempat, pasang 8 lot dan menang
- Kelima, ulangi lagi dari langkah pertama, hanya pasang 1 lot
Coba kita hitung hasilnya dari ilustrasi diatas:
- Kekalahan pertama s.d. ketiga adalah 7 lot (1+2+4)
- Menang 8 lot
- Laba sebesar 1 lot (8 lot menang dikurangi 7 lot kalah)
Judi adalah permainan probabilitas, sepanjang Anda konsisten bertaruh di pilihan yang sama maka suatu saat pasti pilihan tersebut akan menang, karena secara statistik, probabilitas pilihan tersebut memiliki kemungkinan 50% menang.
Dengan menggunakan prinsip tersebut dan jumlah lot harus 2 kali lipat dari sebelumnya (agar jumlah lot selalu 1 langkah di depan kekalahan sebelumnya sehingga kalau menang maka kekalahan sebelumnya tertutup dan juga mendapatkan laba) maka secara teori teknik Martingale ini pasti akan menang.
Problem Martingale terletak pada pertanyaan Kapan menangnya?
Apakah Anda akan menang di langkah ke-5, ke-10, atau ke-1000?
Disinilah letak problemnya, tapi problem ini bukan tidak ada solusi, solusinya sederhana yaitu Anda harus memiliki modal yang tidak terbatas.
Dengan begitu, Anda mampu bertaruh terus menerus sampai akhirnya kemenangan diperoleh dan akibat kemenangan ini seluruh kerugian dapat tertutup dan laba diperoleh.
Tetapi, siapa di dunia ini yang memiliki modal yang tidak terbatas?
Dunia ini penuh dengan segala macam keterbatasan, tidak ada satu orang pun yang tidak memiliki keterbatasan.
Meskipun Anda sangat kaya raya tetapi kalau kemenangan baru diperoleh pada langkah yang ke 1.000.000, tentunya Anda tidak akan sanggup juga bermain terus menerus seperti itu.
Pertimbangkan juga masalah waktu, kalau bertaruh di tempat judi mau berapa hari atau bahkan berapa bulan Anda harus bertahan tidak tidur hanya agar Anda dapat bertaruh terus menerus.
Karena masalah waktu inilah, akhirnya Martingale sangat populer di trading Forex dibandingkan di trading saham.
Karakteristik forex market adalah buka 24 jam selama 5 hari terus menerus dan pergerakan harganya jauh sangat cepat dibandingkan saham. Disamping itu, dapat digunakan robot yang telah diprogram khusus untuk melakukan Martingale di Forex, tanpa Anda harus duduk di depan monitor berhari-hari hanya untuk melakukan taruhan.
Sedangkan, untuk mengakali keterbatasan modal, digunakan lot sekecil mungkin, biasanya digunakan hanya 0,01 lot.
Sepertinya sangat menjanjikan bukan?
Tetapi coba kita kembali kepada prinsip Martingale, kemenangan yang diperoleh hanyalah 1 langkah dari total kekalahan sebelumnya.
Artinya, nilai kemenangan tidaklah seberapa dibandingkan dengan besarnya kekalahan yang diderita.
Hal ini sangat beresiko, begitu Anda tidak segera menang dan modal makin menipis, maka kemungkinan seluruh modal Anda akan amblas, padahal hanya untuk sekedar memperoleh kemenangan tipis yang tidak sebanding dengan resiko yang ditempuh.
Yang tertarik kepada teknik Martingale biasanya adalah mereka yang masih awam yang ingin segera kaya dari trading dalam waktu singkat.
Sedangkan bagi mereka yang sudah profesional akan menghindari teknik ini karena tidak sebanding antara resiko dengan hasilnya.
Martingale tidak akan pernah membuat Anda kaya, karena laba yang diperoleh sangatlah tipis. Probabilitas membuat Anda bangkrut lebih pasti dibandingkan membuat Anda kaya.
Tetapi karena dunia trading ibarat gudang gula yang selalu dapat membuat semut-semut baru dan awam tertarik, celah ini akhirnya banyak dimanfaatkan oleh yang tidak bertanggung jawab.
Beberapa hari yang lalu saya membaca email dari salah satu mailing list yang saya ikuti, yang isinya seperti ini:
Martingale sangat dikenal di dunia trading karena sebagian orang masih beranggapan bahwa trading adalah sejenis judi.
Teknik Martingale ditemukan pertama kali di Perancis pada awal abad 18 dimana teknik ini digunakan para penjudi agar dapat menang taruhan.
Martingale sebenarnya bukanlah rumus "sakti" yang dapat membuat konsisten menang taruhan, tetapi hanyalah sekedar cara pengelolaan modal (money management).
Dengan melakukan pengelolaan modal secara benar maka harapannya kerugian sebelumnya dapat ditutup dengan kemenangan setelahnya.
Teknik yang digunakan sangatlah sederhana, ilustrasinya:
- Pertama, pasang 1 lot dan kalah
- Kedua, pasang 2 lot (2 kali lipat sebelumnya) dan kalah
- Ketiga, pasang 4 lot dan kalah
- Keempat, pasang 8 lot dan menang
- Kelima, ulangi lagi dari langkah pertama, hanya pasang 1 lot
Coba kita hitung hasilnya dari ilustrasi diatas:
- Kekalahan pertama s.d. ketiga adalah 7 lot (1+2+4)
- Menang 8 lot
- Laba sebesar 1 lot (8 lot menang dikurangi 7 lot kalah)
Judi adalah permainan probabilitas, sepanjang Anda konsisten bertaruh di pilihan yang sama maka suatu saat pasti pilihan tersebut akan menang, karena secara statistik, probabilitas pilihan tersebut memiliki kemungkinan 50% menang.
Dengan menggunakan prinsip tersebut dan jumlah lot harus 2 kali lipat dari sebelumnya (agar jumlah lot selalu 1 langkah di depan kekalahan sebelumnya sehingga kalau menang maka kekalahan sebelumnya tertutup dan juga mendapatkan laba) maka secara teori teknik Martingale ini pasti akan menang.
Problem Martingale terletak pada pertanyaan Kapan menangnya?
Apakah Anda akan menang di langkah ke-5, ke-10, atau ke-1000?
Disinilah letak problemnya, tapi problem ini bukan tidak ada solusi, solusinya sederhana yaitu Anda harus memiliki modal yang tidak terbatas.
Dengan begitu, Anda mampu bertaruh terus menerus sampai akhirnya kemenangan diperoleh dan akibat kemenangan ini seluruh kerugian dapat tertutup dan laba diperoleh.
Tetapi, siapa di dunia ini yang memiliki modal yang tidak terbatas?
Dunia ini penuh dengan segala macam keterbatasan, tidak ada satu orang pun yang tidak memiliki keterbatasan.
Meskipun Anda sangat kaya raya tetapi kalau kemenangan baru diperoleh pada langkah yang ke 1.000.000, tentunya Anda tidak akan sanggup juga bermain terus menerus seperti itu.
Pertimbangkan juga masalah waktu, kalau bertaruh di tempat judi mau berapa hari atau bahkan berapa bulan Anda harus bertahan tidak tidur hanya agar Anda dapat bertaruh terus menerus.
Karena masalah waktu inilah, akhirnya Martingale sangat populer di trading Forex dibandingkan di trading saham.
Karakteristik forex market adalah buka 24 jam selama 5 hari terus menerus dan pergerakan harganya jauh sangat cepat dibandingkan saham. Disamping itu, dapat digunakan robot yang telah diprogram khusus untuk melakukan Martingale di Forex, tanpa Anda harus duduk di depan monitor berhari-hari hanya untuk melakukan taruhan.
Sedangkan, untuk mengakali keterbatasan modal, digunakan lot sekecil mungkin, biasanya digunakan hanya 0,01 lot.
Sepertinya sangat menjanjikan bukan?
Tetapi coba kita kembali kepada prinsip Martingale, kemenangan yang diperoleh hanyalah 1 langkah dari total kekalahan sebelumnya.
Artinya, nilai kemenangan tidaklah seberapa dibandingkan dengan besarnya kekalahan yang diderita.
Hal ini sangat beresiko, begitu Anda tidak segera menang dan modal makin menipis, maka kemungkinan seluruh modal Anda akan amblas, padahal hanya untuk sekedar memperoleh kemenangan tipis yang tidak sebanding dengan resiko yang ditempuh.
Yang tertarik kepada teknik Martingale biasanya adalah mereka yang masih awam yang ingin segera kaya dari trading dalam waktu singkat.
Sedangkan bagi mereka yang sudah profesional akan menghindari teknik ini karena tidak sebanding antara resiko dengan hasilnya.
Martingale tidak akan pernah membuat Anda kaya, karena laba yang diperoleh sangatlah tipis. Probabilitas membuat Anda bangkrut lebih pasti dibandingkan membuat Anda kaya.
Tetapi karena dunia trading ibarat gudang gula yang selalu dapat membuat semut-semut baru dan awam tertarik, celah ini akhirnya banyak dimanfaatkan oleh yang tidak bertanggung jawab.
Beberapa hari yang lalu saya membaca email dari salah satu mailing list yang saya ikuti, yang isinya seperti ini:
Posting Komentar